Polisi menangkap seorang pelaku perdagangan manusia (trafficking) Husnul Arita (19). Husnul diduga telah menjual tujuh remaja, untuk dipekerjakan di sebuah lokasi prostitusi di Kalimantan.
Kasus ini terkuak, bermula dari kepulangan seorang remaja, SH dari Kalimantan. SH dipulangkan dalam keadaan hamil. Sebelumnya SH berangkat ke Kalimantan atas ajakan Husnul untuk bekerja di salon.
Kepulangan SH inilah yang memantik kecurigaan polisi. Jajaran Polsek Gondanglegi yang melakukan penyelidikan, sudah menaruh curiga adanya praktik trafficking. Apalagi sebelumnya, ada tujuh remaja putri yang diberangkatkan, termasuk AY.
Jumat (30/10/2015) pkl 18.30, anggota Polsek Gondanglegi melakukan penggrebekan. Husnul ditangkap dengan sejumlah barang bukti. Antara lain dua buah telepon genggam, dan dua kartu keluarga.
Selain itu, dua anak baru gede (ABG) juga dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan. Dua ABG tersebut diduga akan dikirim Husnul ke Kalimantan. POKER ONLINE TERPERCAYA
DAGOPOKER | POKER ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA DI INDONESIA
“Ada tujuh korban di bawah umur. Dua ada di Malang, lima ada di Kalimantan,” terang Kapolsek Gondanglegi, Kompol Budi Harijanto, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto, Senin (2/11/2015).
Ternyata menawari pekerjaan di salon hanya menjadi modus Husnul. Selama di Kalimantan, para korban dipekerjakan di karaoke.
“Satu korban dalam keadaan hamil,” tambah Budi.
Masih menurut Budi, sebelumnya Husnul bekerja di sebuah karaoke di Kalimantan. Bulan Juni silam, Husnul pulang ke Gondanglegi. Saat di kampung halaman itulah, Husnul mendapat telepon dari TK.
TK adalah seorang mucikari. TK meminta Husnul untuk mencari sejumlah gadis ABG untuk dipekerjakan di tempat karaoke. Awalnya Husnul mendapatkan AY, asal Gondanglegi.
Husnul kemudian berhasil mengajak tiga gadis yang lain, DN, SH dan AN. Selain itu ada satu ABG lain asal Turen. Dari Gondanglegi, para korban diberangkatkan ke sebuah salon di Surabaya. “Kelima korban sempat transit dan tinggal di Surabaya untuk beberapa saat,” ungkap Budi. POKER ONLINE INDONESIA
Sekitar Bulan Agustus 2015, kelima ABG berpindah ke Banyuwangi. Di sinilah Husnul bertemu dengan TK. Tanggal 16 Agustus, kelima korban diberangkatkan ke Kalimantan dengan pesawat.
Selama di Kalimantan, mereka bekerja di tempat karaoke. Bukan saja menemani bernyanyi, kelima korban diperintah untuk melayani laki-laki mesum. Dua bulan berselang SH hamil.
Dalam kondisi tertekan, SH dipulangkan ke Gondanglegi. Kepulangan SH kontan saja memantik kepedihan pihak keluarga. Dari SH pula, polisi mengendus perilaku Husnul.
Setelah menangkap Husnul, polisi akan menjemput korban lain di Kalimantan. Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.
“Informasi yang kami kumpulkan, para korban tidak pernah mendapat bayaran dari pekerjaannya,” pungkas Budi. POKER ONLINE



0 comments: